Sunday, 9 June 2013

Tangkal Teroris, Indonesia-Malaysia Latihan Bersama

Upacara pembukaan Latihan Gabungan Bersama Malaysia IndonesiaDarat Samudera Angkasa di Lanud Soewondo Polonia Medan. (photo : TNI, Kompas, MyJointForce)

MEDAN, (IMP) -- Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menggelar Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa) - 8AB/2013 di Medan mulai Jumat (7/6/2013) hingga Rabu (12/6/2013) mendatang.

Tujuannnya untuk memadukan kekuatan kedua negara dalam mengatasi masalah di perbatasan dan wilayah tertentu yang di nilai terkait kepentingan bersama. Tahun ini, latihan difokuskan untuk tingkatan pasukan khusus.


"Latihan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama pada sidang high level committee beberapa waktu lalu. Khusus untuk pasukan khusus," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai upacara pembukaan acara di Lanud Soewondo Polonia Medan, Jumat (7/6/2013).

Kedua pasukan akan menguji dan mengimplementasikan strategi penanggulangan teror. Latihan akan dimulai di pos komando. Selanjutnya, pada Selasa dan Rabu berlanjut di lapangan. Lokasinya di Belawan, Lanud Soewondo dan Hotel Arya Duta Medan.



Latihan ini melibatkan 1.228 personel dari kedua negara, terdiri dari 319 orang untuk Komando Gladi, 315 pelaku dan 594 pendukung. Masing-masing angkatan mengerahkan alutsista dan perlengkapannya untuk digunakan dalam latihan.

Angkatan Darat mengerahkan 1 heli Bell-412, 1 heli MI-17, 1 armour halilintar, 2 armour, 1 ambulans, 4 Land Rover Command, 2 truk 3 tin, 2 kendaraan anjing perang, 4 sepeda motor, 1 bus, 2 Decco trailer, 1 rantis, dan 2 truk NPS.


Sedangkan Angkatan Laut menyertakan KRI Makassar-590, KRI Imam Bonjol-383, 1 kapal sasaran (tanker), 4 sea rider, 4 rubber boat, 1 heli Bell, 1 heli Bolcow, 2 truk, 5 Land Rover, 1 ambulans. 

Sementara itu, Angkatan Udara mengerahkan Hercules C-130, 1 Boeing, 1 Fokker-28, 4 Ransus, 2 sepeda motor, 2 Komob, 2 bus, 2 truk, 1 mobil jihandak, 2 mobil PM, 1 mobil Damkar, dan 2 ambulans.


Sementara itu, Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin menilai kedua belah pihak siap mengikuti pelatihan ini."Melihat kesiapan latihan, saya gembira. Saya percaya dan yakin, latihan akan terlaksana baik," katanya.

Sebelumnya, Direktur Latihan Malindo Darsasa-8AB/2013 Brigjen TNI Buyung Lalana mengatakan, masalah teroris identik dengan kemiskinan, kesenjangan sosial, marjinallisme dan radikalisme. TNI dan ATM menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh ajakan teroris.


Selain melakukan latihan, militer kedua negara itu juga akan menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat Kota Medan. Pengobatan digelar di dua tempat dengan target 5.000 pasien, antara lain pengobatan gigi 200 pasien, pembagian kacamata 200 pasien, KB 200 pasien dan pembagian tangan serta kaki palsu untuk 200 orang.

"Kegiatan ini akan melibatkan 26 dokter umum, 8 dokter gigi dari TNI, ATM dan dokter dari Kota Medan," jelas Buyung.


HQ Hanoi Kilo Submarines Completed Testing


(IMP) -- Itar-Tass (Russia) reported shipyard Admiratly Verfi end testing first non-nuclear submarines HQ-182 Hanoi Vietnam People's Navy.

Shipyard Admiratly Verfi will hand over to the Vietnam People's Navy 2 diesel electric powered submarine - Project 636 Kilo class diesel this year. Under the plan, the 3rd ship will be launched in August. And this year, the 4th will be booted.

Earlier, sources in the Russian military industrial complex revealed to Itar-Tass, in December last year Kilo submarines were first program successfully completed the first test phase, in which all systems and ship's machinery works well. Diving submarine has successfully 12 times, including a deep dive.

"The national test of the first ship will be completed in the summer. By September this year will conduct trials and handed the ship over to Vietnam," the source said.

According to sources, the 2nd of Kilo submarines named Ho Chi Minh contract was launched in late 2012. Earlier in January this year, Admiratly Verfi began work finishing some categories of ships. In 3-4 months, the ship was anchored in the harbor at the trial and then the trip to sea trials.

Factory Admiratly Vefi are urgently implement the remaining vessel fabrication. In February, the plant has closed steel cutting ceremony 6 Kilo submarines for Vietnam People's Navy.

"The work was carried out exactly according to the approved schedule," said the representative of the Russian defense industry said.

During his visit to Russia in May this year, Vietnam's Prime Minister Nguyen Tan Dung has stated: "We are very grateful to you Russia, who will close and transfer to Vietnam before 2016 6 Kilo class submarines under the agreement has been signed. "

According to the prime minister, this order "not only commercial in nature, but it is an expression of friendship and trust between our two countries." In addition, the Prime Minister also said that the military-technical cooperation Vietnam - Russia "does not stop at six submarines, we wait for the weapons and military technical equipment other."

In 2009, Vietnam signed a deal worth nearly $ 2 billion to buy six submarines attack non-nuclear Russian Kilo Project 636. This contract, in addition to closing the submarine also includes training sailors Vietnam, as well as providing equipment and technical supplies needed.

Non-nuclear attacks submarine the Project 636 Kilo class submarines of the 3rd generation. Length 73.8 m, 9.9 m wide, stretch of water when submerged nearly 4,000 tons, a maximum depth of 300m.

Project 636 is designed to make submarines and anti-submarine ships, as well as creating the means to defend the naval base, the coastal road and sea reconnaissance patrol operating in the enemy lines.

The ship is equipped with 6 torpedo launchers 533mm sizes allow release of anti-submarine torpedoes and anti-ship missiles, supersonic 3M-54E Klub-S.


Thursday, 6 June 2013

37 tank Rusia segera perkuat Marinir TNI AL


Batam, (IMP) -- 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir akan tiba tahun ini selain kapal perang buatan dalam dan luar negeri.

"Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang lagi," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio.

Marsetio mengemukakan hal itu usai peletakan batu pertama Pembangunan Batalyon Marinir 10 di Pulau Setokok Kota Batam, Rabu.


Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat "LST" (Landing Ship Tank) dari PAL, KRC (Kapal Cepat Rudal) dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris.

"Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.


DebkaFile: Perang di Damaskus Usai, Militer Suriah Menang Heroik


Damaskus, (IMP) -- Media informasi rezim Zionis Israel, DebkaFile menulis, perang di Damaskus, ibukota Suriah sudah berakhir, dan pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali seluruh wilayah kota ini dengan sebuah kemenangan heroik. 

Seperti dikutip Fars News (4/6), DebkaFile melaporkan, Moshe Yaalon, Menteri Peperangan Israel di pertemuan Knesset, pada 3 Juni lalu mengklaim bahwa pemberontak Suriah mengontrol empat wilayah di Damaskus. Akan tetapi kenyataannya, perang di Damaskus telah usai dan militer Suriah berhasil merebut kembali seluruh wilayah kota itu.

Sisa-sisa pasukan pemberontak di kota Damaskus sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak mampu menyerang pusat-pusat strategis atau bandara Damaskus.

Lebih lanjut Debka menjelaskan, "Sejak saat ini bantuan-bantuan Iran dan Rusia dapat dengan mudah masuk ke Suriah dari bandara Damaskus. Operasi militer di wilayah-wilayah Timur Damaskus dilakukan oleh brigade ketiga dan keempat pasukan pemerintah Suriah, juga oleh unit komando yang dijuluki Fuji. Sebagian besar pemberontak telah lari dari Damaskus."


Sumber militer yang ditemui Debka mengatakan, "Seluruh akses jalan yang menghubungkan ibukota Suriah telah dikuasai pasukan pemerintah sejak 4 Juni, dan begitu juga wilayah-wilayah Barat."

Di sisi lain pasukan loyalis Bashar Assad, Presiden Suriah di bagian Utara Al Qusayr telah mempersempit kepungan dan di Hama, militer Suriah telah memperkuat kontrolnya.

Di bagian lain laporannya, Debka mengabarkan, serangan tanggal 5 Mei yang dilakukan Angkatan Udara Israel ke Suriah bukan saja tidak menggoyahkan Suriah, sebaliknya menguntungkan militer negara itu dan Assad bukannya melemah, justru semakin kuat.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...